Parahita tak pupus oleh Lupus, Parahita semangat terus!!!

Malang Flowers Carnival 2013

Dua kupu-kupu cantik Parahita yang pantang menyerah mengenakan kostum bunga di cat walk Ijen

Parahita Goes To Solo

Istirahat sejenak di Telaga Sarangan sebelum menghadiri Peringatan World Lupus Day 2012 di Solo

Kegiatan Rutin Parahita

Berkumpul di kesekretariatan Parahita Lab Kawi 31 dengan tujuan berbagi berita, rapat, edukasi, senam reumatik, dll.

Parahita Bagi-Bagi Bunga dan Penggalangan Dana

Peringatan World Lupus Day Parahita Tahun 2009 di Malang Town Square

Rabu, 16 Maret 2016

Mengenang Parahita 3 Tahun Yang Lalu

video

Video yang ditayangkan saat HUT ke-5 Parahita tahun 2013

created by:
Benny Arie Pradana
Volunteer Parahita dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Kamis, 10 Maret 2016

Resolusi Parahita di 2016

Hampir delapan tahun perjalanan Parahita mengabdikan diri untuk Para Pejuang Lupus di kota Malang dan sekitarnya. Hingga Maret 2016, tercatat sekitar 320 dari 3,4 juta (9,5%) penduduk Malang Raya didiagnosa dokter menyandang Lupus, suatu penyakit gangguan kekebalan tubuh di mana tentara tubuh (antibodi) yang seharusnya menyerang musuh-musuh dari luar tubuh (contoh: bakteri, virus, jamur, dan yang membahayakan tubuh) 'buta' dalam mengenali mana musuhnya dan mana temannya (anggota tubuhnya sendiri). Akibat dari ke'buta'annya tersebut, tentara tubuh jadi menyerang semua yang ada di depannya sehingga anggota tubuh yang seharusnya dilindungi malah ikut diserang dan terjadi kerusakan. Kerusakan anggota tubuh ini sangat bervariasi, antara pasien satu dan pasien lainnya tidak mempunyai kerusakan yang sama, tergantung si kekebalan tubuh tadi ingin 'jalan-jalan' dan menyerang di sebelah tubuh yang mana, ada yang mengalami kerusakan ringan, sedang, berat, bahkan meninggal dunia.

Tidak banyak yang tahu tentang "Apa itu Lupus?" Sejak tahun 2008 Parahita berusaha mengenalkan Lupus kepada masyarakat luas melalui seminar awam, penyuluhan langsung kepada masyarakat, hingga mengembangkan penelitian untuk meningkatkan harapan hidup para penyandang Lupus. Lupus bukan penyakit yang menular, namun Lupus perlu diwaspadai dan segera diobati karena dampak terburuk bila pasien tidak mendapatkan pengobatan yang tepat adalah pasien bisa meninggal dunia.

2016 adalah tahun yang diberi garis merah Parahita untuk meningkatkan kepeduliannya kepada masyarakat luas. Berawal dari sedikit anggota yang berasal dari pasien, keluarga pasien, dan dokter yang mengobati Lupus, kini Parahita memiliki banyak sekali volunteer yang mau peduli terhadap Lupus. Di tahun 2016 ini banyak sekali volunteer baru yang mendaftarkan diri untuk bergabung dengan Parahita, mereka berasal dari mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, mahasiswa Universitas Merdeka Malang, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Ayo Peduli Malang, Young on Top, Hipwee, bahkan Spesial Sambal "SS" Jogjakarta. Bahkan pada bulan Februari 2016 kemarin Parahita mendapat kesempatan untuk berkolaborasi mengadakan aksi sosial bersama mahasiswa kedokteran se-Asia Tenggara.

Kolaborasi Parahita bersama Para Volunteer untuk menyelesaikan masalah Lupus di kota Malang 
(Februari 2016)

Parahita diwakili oleh Prof.Dr.dr. Kusworini Handono, MKes,SpPK dari Sie Pendidikan menyampaikan Peran Supporting Group Parahita untuk Pasien Lupus di kota Malang dan sekitarnya di depan mahasiswa kedokteran se-Asia Tenggara (27 Februari 2016)

kolaborasi Parahita dan AMSA (Organisasi Mahasiswa Kedokteran Se-Asia Tenggara) untuk melakukan aksi sosial di Lapangan Rampal kota Malang (28 Februari 2016)

Melihat semakin berkembangnya Parahita hingga kancah internasional, tahun 2016 ini Parahita mempunyai misi untuk menjadi Yayasan Peduli Lupus bertaraf internasional. oleh karena itu resolusi Parahita di tahun 2016 ini adalah sebagai berikut:

1. Melegalkan organisasi yang awalnya berstatus perhimpunan masyarakat menjadi suatu yayasan yang diakui oleh internasional

2. Merangkul semua anggota (pasien Lupus, keluarga, dan volunteer) untuk bersatu melawan Lupus sehingga tidak ada lagi yang merasa sendiri

3. Melakukan pendampingan terjadwal saat pasien Lupus berobat ke Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit, Opname, serta perawatan di rumah

4. Memperluas kerja sama dengan berbagai instansi, terutama dengan pabrik obat (farmasi) untuk mendapatkan obat gratis bagi pasien yang tidak mampu

5. Melakukan pendampingan pengurusan BPJS Kesehatan

6. Merapikan database Parahita berbasis IT

7. Membuat jaringan komunikasi berbasis internet untuk menjangkau semua anggota dalam memberikan informasi dan motivasi

8. Meningkatkan penelitian melalui kerja sama dengan Pusat Kajian Lupus di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang harapannya hasil dari penelitian tersebut dapat dibawa ke kancah internasional untuk dibahas bersama para ahli dari berbagai negara di dunia


Sebagai langkah awal untuk mencapai resolusi 2016 tersebut, kami Parahita meminta bantuan kepada Anda semua yang peduli terhadap Lupus untuk mengisi database kami di https://docs.google.com/forms/d/1aI43YSsmamA7u1neaQTa6tFz8LalllbT_tDeioWuh74/viewform. Data tersebut akan kami jadikan dasar untuk mengetahui permasalah sebenarnya yang dihadapi oleh Pasien Lupus dan Keluarganya dan harapannya dapat kami olah untuk ditemukan solusinya, Semoga apa yang dicita-citakan dan dirintis Parahita pada tahun 2016 ini dapat mengantarkan Parahita menjadi Yayasan Peduli Lupus yang bertaraf internasional dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama Penyandang Lupus dan keluarganya, Salam Semangat!

Parahita.. Tak Pupus Oleh Lupus! Parahita.. Semangat Terusssss!